Kamis, 15 Juli 2021

Pelajar Kritis - Menanggapi Isu Politik

Selamat malam sobat online๐Ÿ™Œ
Bicara mengenai isu yang lagi hangat nih.

Sudah sejauh apa sih kita mempelajari memahami dan mengerti akan politik dan kebijakannya (khususnya mengenai UU Ciptaker) /atau malah belum sama sekali?
Ilustrasi
Sampai-sampai kita menjudge/menilai suatu instansi atau lembaga dan bahkan politik itu secara general. Padahal seperti yang kita tahu sendiri menurut definisinya Politik adalah usaha menggapai kehidupan yang baik. Di Indonesia kita teringat pepatah gemah ripah loh jinawi (mengutip dari buku Dasar-Dasar Ilmu Politik karya Prof. Miriam Budiarjo)

Tapi mungkin para pemangku kebijakan kurang faham akan hal itu, yang seharusnya menggapai kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat tapi malah bagi dirinya sendiri.

Jadi ayolah teman-teman, seperti yang kita tau sendiri dalam pengesahan RUU itu ada 2 fraksi yang tidak menyetujui akan pengesahan RUU itu.

Oke kita kembali ke topik awal, kita sama-sama KONTRA dengan kebijakan yang di ambil oleh pemerintah. Tapi apakah sudah sewajarnya kita menilai secara keseluruhan bahwa pemerintah dan kebijakanya itu buruk?

Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui ketika kita menjudge kebijakan tersebut dengan diksi yang berlebihan atau bahkan menjuru ke yang tidak pantas apalagi melalui media sosial :

  1. Hanya akan memperkeruh situasi dan kondisi politik di negara kita ditengah hiruk-pikuknya resesi ekonomi dan pandemi yang belum kunjung teratasi.
  2. Dan dengan diksi yang berlebihan tanpa maksud dan tujuan yang jelas, secara tidak langsung kita akan medoktrin akan buruknya dunia perpolitikan kepada mereka yang awam akan politik itu sendiri (dan pada akhirnya mereka jadi apatis dengan pemerintah sehingga baik buruknya kinerja mereka tetap terlihat buruknya saja). Dan perlu kita ketahui juga tidak semua politisi itu identik dengan serakah kekuasaan.

Padahal kita atau katakanlah saya sendiri belum paham betul mengenai konsep politik tapi seolah-solah kita sudah tau segalanya dan mengkritik instansi tanpa dasar, maksud dan tujuan yang jelas.
Dan ingat 'mereka' yang duduk disana pun karena kita (rakyat) yang memilih.
Dan pada intinya sebagai 'pelajar' marilah kita kuatkan literatur kita dulu baru berargumen Atau mungkin jempol ini yang terlalu licin jadi gampang saja share share berita 'hanya ikut-ikutan'.

Ilustrasi
Apalagi saya sendiri seorang pelajar yang tertarik akan dunia politik suka miris sama orang-orang yang apatis banget ke dunia politik, heran ngga si? Mereka pengen perubahan tapi kok anti banget sama politik, Mau sampai kapan? .
Jadi apakah sudah etis sebagai pelajar, mahasiswa atau bahkan aktifis yang berpendidikan kita menilai segala hal berdasarkan satu sudut pandang?

"Kita boleh berbeda dalam pandangan (politik) tapi jangan lunturkan rasa Persatuan dan Kesatuan" (MerahPutih.com)

Mari kuatkan literatur kita bersama dan Jangan abaikan sisi baik dari politik itu sendiri❤️๐Ÿค Aku bangga dan aku cinta Indonesia❤️๐Ÿค๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ


Ditulis oleh : Abi Umaroh (Sekretaris Umum PD IPM Banjarnegara)
(7-10-2020) 08.00
#EnergiPositif
#KontraUUCiptaker
#JustOpini
#PeduliPolitik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memutuskan untuk lintas jurusan di Kelas 10 (The Slice of Life : Memoar Perjalanan Menuju UTBK-SBMPTN 2021)

The Slice of Life : Memoar Perjalanan Menuju UTBK-SBMPTN 2021 Memutuskan untuk lintas jurusan di kelas 10 ...