Senin, 24 Januari 2022

Memutuskan untuk lintas jurusan di Kelas 10 (The Slice of Life : Memoar Perjalanan Menuju UTBK-SBMPTN 2021)

The Slice of Life : Memoar Perjalanan Menuju UTBK-SBMPTN 2021
Memutuskan untuk lintas jurusan di kelas 10

Setiap siswa di mana pun berada, baik di sekolah negeri maupun swasta pasti memiliki harapan besar untuk dapat melanjutkan study di perguruan tinggi negeri impian atau biasa kita sebut sebagai TOP PTN. Tak terkecuali dengan diriku. aku pun begitu, pemikiranku waktu kelas 10 adalah setelah lulus dari SMA nanti harus bisa melanjutkan perkuliahan di top PTN. Pada masanya keminatanku tertuju pada jurusan Ilmu Komunikasi di UGM.

Terinspirasi dari temanku, Cendi namanya, kita berteman sejak dipertemukan di suatu event pelajar yang bertempatan di MTs Muhammadiyah Petambakan pada tahun 2016. Saat ini dia sedang menimba ilmu di Universitas Negeri Yogyakarta dengan program pendidikan Ilmu Komunikasi. Mendengar bagaimana cerita dan pengalamannya di Ilkom UNY tentu membuatku tertarik akan jurusan tersebut, dan pada saat itu aku bertanya "eh mas, apa saja sih yang harus dipersiapkan kalo mau masuk jurusan Ilmu Komunikasi?" dan waktu itu jawaban dia begitu singkat dan padat "Mumpung masih kelas 10, pelajari saja materi-materi Soshum" timpal dia, tentu hal ini menjadi kebingungan tersendiri untuku yang masih kelas 10 dan masuk jurusan IPA, dalam benakku waktu itu selalu bertanya-tanya "Soshum itu apa ya?"

Kemudian selang beberapa hari kemudian aku beranikan diri untuk bertanya pada temanku yang kebetulan anak IPS asli, Eka panggilnnya. "Eh Eka, kamu kan anak IPS aku mau tanya dong, soshum itu apa ya?" dan waktu itu jawabannya begitu panjang dan tidak jelas, ternyata jawaban itu juga didapatkan melalui hasil pencariannya di internet, hal ini masih menjadi moment yang memorable bagi kami dan seringkali menjadi bahan guyon mengingat akan kepolosan kami waktu itu wkwk.

Rasa penasaran yang terjawab di kelas 11

Selesai masa-masa kelas 10, pada akhirnya kami menginjakan bangku di kelas 11. Di sini lah masa-masa kebingunganku akan Soshum-Saintek mulai tercerahkan. Hal ini dimulai ketika aku membersamai kerabatku yang kebetulan sudah naik ke kelas 12 dan sedang mempersiapkan ujian untuk masuk PTN (UTBK-SBMPTN). Seringkali aku mencarikan refrensi belajar untuknya, mulai dari info try out (simulasi ujian), sampai dengan mencari tips-tips untuk membabat soal-soal utbk dan yang lain-lain. Semua kulakukan untuk dapat memudahkan dia mempersiapkan ujiannya dengan baik. Berhubung karena seringnya aku berjibaku dengan info-info Try Out atau pun kompilasi materi pdf UTBK, maka secara tidak langsung aku dapat memahami tentang soshum dan saintek--juga mengenai sistem penilaian yang dipakai dalam SBMPTN.

The Slice of Life : Memoar Perjalanan Menuju UTBK-SBMPTN 2021

The Slice of Life : Memoar Perjalanan Menuju UTBK-SBMPTN 2021
The Slice of Life : Memoar Perjalanan Menuju UTBK-SBMPTN 2021

Hallo kawan-kawan semua, pembaca setia Pojok Aspirasi. Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga dalam keadaan baik-baik saja ya. Dalam kondisi pandemi yang belum juga sepenuhnya teratasi dengan baik, marilah kita senantiasa menjaga pola hidup sehat dan protokol kesehatan sebaik mungkin guna mencegah penularan virus covid 19.

Kali ini aku akan bercerita sedikit banyaknya mengenai perjuanganku dalam menghadapi UTBK SBMPTN 2021. Mulai dari persiapan sampai dengan penantian hasil ujian, tentu bukan hal yang mudah untuk dilewati. Mengingat akan ketatnya persaingan di UTBK 2021 khususnya rumpun soshum.

Kita mulai dengan sedikit muhasabah dan introspeksi diri pasca pengumuman hasil utbk 2021. banyak dari kita yang seringkali menyepelekan atau menghiraukan hal ini, padahal ini merupakan modal yang cukup penting untuk kita dapat lolos UTBK SBMPTN yaitu perihal amanah. Seringkali kita lupa, bahwasannya yang namanya kampus atau pun universtas atau bahkan pekerjaan sekalipun merupakan suatu amanah cukup besar. Tentu Allah akan enggan memberikan amanah itu kepada kita jika sebelum-sebelumnya kita sering melalaikan amanah-amanah yang Allah berikan. Entah itu besar ataupun kecil bagaimana pun juga itu tetap amanah, contohnya amanah menjadi seorang anak atau siswa, bahkan amanah dalam menjabat di suatu organisasi.

Tentu hal ini menjadi parameter bagi Allah untuk memberikan kita amanah yang jauh lebih besar dan penuh konsekuensi daripada amanah yang sebelumnya. Seperti aku sendiri yang gagal mendapatkan PTN impian di tahun ini, tentu langsung menjadikan hal ini sebagai bahan untuk kurenungi. Namun hal itu juga tidak serta merta murni, banyak faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhinya, antara lain : malas belajar, terlalu menyepelekan materi atau pun tidak membuat timeline belajar yang tepat. jelas hal ini sangat berpengaruh bagi efektifitas penguasan materi-materi ujian, terlebih bagi diriku yang memutuskan untuk mengambil lintas jurusan dari IPA ke Soshum.

Tapi selain dua alasan tersebut, faktor ketidakberhasilan UTBK kita bisa jadi karena Allah ingin melihat sejauh mana perjuangan kita dalam meraih impian, apakah langsung menyerah atau justru menjadi individu yang pantang menyerah? Tentu hal itu kembali pada pribadi masing-masing kita. Serta yang terpenting apapun hasil UTBK kita tahuh ini, sudah sepantasnya kita terus memanjatkan syukur atas apapun yang sudah Allah gariskan untuk kita, percayalah pasti ada hal baik dibalik ini semua.

Memutuskan untuk lintas jurusan di Kelas 10 (The Slice of Life : Memoar Perjalanan Menuju UTBK-SBMPTN 2021)

The Slice of Life : Memoar Perjalanan Menuju UTBK-SBMPTN 2021 Memutuskan untuk lintas jurusan di kelas 10 ...